A. Teori Harga
Menurut Yahya Ibn Umar, harga ditentukan oleh kekuatan pasar, yakni kekuatan penawaran dan permintaan. Namun, ia menambahkan bahwa mekanisme pasar itu harus tunduk kepada kaidah-kaidah. Diantara kaidah tersebut adalah pemerintah berhak melakukan intervensi pasar ketika terjadi tindakan sewenang-wenang dalam pasar yang dapat menimbulkan kemudaratan bagi masyarakat.
Menurut Yahya Ibn Umar, harga ditentukan oleh kekuatan pasar, yakni kekuatan penawaran dan permintaan. Namun, ia menambahkan bahwa mekanisme pasar itu harus tunduk kepada kaidah-kaidah. Diantara kaidah tersebut adalah pemerintah berhak melakukan intervensi pasar ketika terjadi tindakan sewenang-wenang dalam pasar yang dapat menimbulkan kemudaratan bagi masyarakat.
Pasar
adalah sebuah mekanisme pertukaran barang jasa yang alamiah dan telah
berlangsung sejak peradaban awal manusia. Islam menempatkan pasar pada
kedudukan yang penting dalam perekonomian. Praktik edkonomi pada masa
Rasulullah dan khulafaurrasyidin menunjukkan adanya peranan pasar yang besar.
Rsulullah sangat menhargai harga yang dibentuk oleh pasar sebagai harga yang
adil.
Konsep
Islam menegaskan bahwa pasar harus berdiri di atas prinsip persaingan bebas.
Namun demikian bukan berarti kebebasan tersebut berlaku mutlak, akan tetapi
kebebasan yang dibungkus oleh frame syari’ah.
Ekonomi
Islam memandang bahwa pasar, negara dan individu berada dalam keseimbangan,
tidak boleh ada sub-ordinat sehingga salah satunya menjdai dominan dari yang
lain. Pasar yang dibiarkan berjalan sendiri, tanpa ada yang mengontrol,
ternyata telah menyebabkan penguasaan pasar sepihak oleh pemilik modal,
penguasa infrastruktur dan pemilik informasi.
Memastikan
kompetisi di pasar berlangsung sempurna, informasi yang merata dan keadilan ekonomi.
Perannya sebagai pengatur tidak lantas menjadikannya dominan, sebab negara
sekali-kali tidak boleh mengganggu pasar yang berjalan seimbang, perannya hanya
diperlukan ketika terjadi distorsi dalam sistem pasar.
Pasar
yang adil akan melahirkan harga yang wajar dan juga tingkat laba yang tidak
berlebihan, sehingga tidak termasuk riba yang diharamkan oleh Allah swt. konsep
mekanisme pasar dalam Islam dapat dirujuk kepada hadist Rasulullah saw
sebagaimana disampaikan oleh Anas RA, sehubungan dengan adanya kenaikan
harga-harga barang di Kota Madinah. Dengan hadist ini terlihat jelas bahwa
islam jauh lebih dahulu (lebih 1160 tahun) mengajarkan konsep mekanisme pasar
dari Adam Smith. Dalam hadist tersebut diriwayatkan sebagai berikut:
“Harga
melambung pada zaman Rasulullah saw. orang-orang ketika itu mengajukan saran
kepada Rasulullah dengan berkata “ya Rasulullah, hendaklah engkau menentukan
harga”. Rasulullah saw berkata: “Sesungguhnya Allah-lah yang menentukan harga,
yang menahan dan melapangkan dan memberi rizki. Sangat aku harapkan kelak aku
menemui Allah dalam keadaan tidak seorangpun dari kamu menuntutku tentang
kedzaliman dalam darah maupun harta.”
Inilah
teori ekonomi Islam tentang harga. Rasulullah dalm hadist tersebut tidak
menentukan harga. Ini menunjukkan bahwa ketentuan harga itu diserahkan kepada
mekanisme pasar yang alamiah impersonal.
Dalam
rangka melindungi hak penjual dan pembeli, Islam membolehkan bahkan mewajibkan
pemerintah melakukan price intervention bila kenaikan harga disebabkan adanya
distorsi terhadap genuine demand dan genuine supply. Kebolehan ini antara lain
karena:
a.
Price intervention menyangkut kepentingan masyarakat, yaitu
melindungi penjual.
b.
Bila tidak dilakukan price intervention makan penjual dapat
menaikkan harga dengan cara ihtikar atau ghaban faa-hisy. Dalam hal ini
sipenjual mendzalimi si pembeli.
Pembeli bsanya mewakili masyarakat yang lebih luas, sedangkan
penjual mewakili kelompok masyarakat yang lebih kecil. Sehingga price
intervention berarti pula melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.
Etika bertransaksi dalam pasar antara lain sebagai berikut:
a.
Adil dalam takaran timbangan
b.
Dilarang mengkonsumsi riba
c.
Kejujuran dalam bertransaksi
d.
Dilarang najsy
e.
Dilarang talaqqy rukban
f.
Dilarang menjual barang yang belum sempurna kepada pemiliknya
g.
Dilaranag menimbun barang (ihtikar)
h.
Konsep kemudahan dan kerelaan dalam pasar.
C.
Pendekatan dan Tujuan Mekenisme Pasar dalam Islam
Hal
yang terlebih harus kita ketahui yaitu ciri-ciri pendekatan Islam dalam
mekanisme pasar adalah:
a.
Penyelesaian maslah ekonomi yang asasi-penggunaan, produksi dan
pembagian.
b.
Berpedoman kepada ajaran Islam.
c.
Campur tangan negara dianggap sebagai unsur penting yang
memperbanyak atau menggantikan mekanisme pasar.
Selain itu ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai islam dalam
aspek penggunaan barang-barang kebutuhan ekonomi, yaitu:
a.
Setiap individu hanya pantas berbelanja untuk mendapatkan
barang-barang ekonomi secukupnya.
b.
Barang-barang yang diharamkan sebaiknya tidak dibeli.
c.
Penggunaan barang ekonomi jangan sampai pada taraf mubazir.
d.
Penggunaan barang ekonomi dan kepuasan yang didapatkan dari
penggunaannya jangan dijadikan tujuan oleh setiap individu.
D.
Peran Pasar
Pasar
Islami harus bisa menjamin adanya kebebasan keluar masuknya sebuah komoditas di
pasar. Hal ini dimaksdukan untuk menjamin pendistribusian kekuatan ekonomi
dalam sebuah mekanisme yang proposional. Otoritas pasar tidak bisa membatasi
elemen pasar pada peran industri tertentu karena akan menimbulkan perilaku
monopolistik. Sedangkan kondisi monopolistik produktivitas sebuah industri
dapat dibatasi dengan adanya kenaikan harga.
Jika
pasar telah mampu mengakomodasi berbagai macam bentuk kebebasan, berarti pasar
telah berperan sebagai intrumen terstruktur untuk pendistribusian barang dan
jasa.
Tags:
MAKALAH