Responsive Ads Here

Friday, December 4, 2015

MAKALAH PENGERTIAN BANK SYARI’AH DAN SISTEM PROFIT LOSS SHARING


A.    Bentuk-bentuk kegiatan operasional bank syari’ah
1.      Penghimpun dana masyarakat
a.       Prinsip al-wadiah
Al-wadi’ah merupakan prinsip simpanan murni dari pihak  yang menyimpan atau menitipkan kepada pihak yang menerima titipan untuk dimanfaatkan atau tidak dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan.
Dalam tataran aplikasinya, wadiah terbagi atas dua yaitu al-wadiah amanah dan al-wadiah dhamanah.
b.      Prinsip Mudharabah
Yaitu akad perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk melakukan kerja sam usaha. Satu pihak akan menempatkan modal sebesar 100% yang disebut dengan shahibul maal,dan pihak lainnya sebagai pengelola usaha disebut dengan mudharib. Prinsip mudharabah ini terbagi atas tiga yaitu mudharabah muthlaqah, mudharabah muqayyadah dan mudharabah muqayyad off balance sheet.
2.      Produk penyaluran dana
a.       Akad bagi hasil
·         Musyarakah
·         Mudharabah
b.      Prinsip jual beli
·         Murabahah (bagi hasil)
·         Salam (pemesanan)
·         Istishna (pemesanan barabg/proyek dengan termiyn)
·         Ijarah (sewa)
c.       Prinsip jasa perbankan
·         Wakalah (perwakilan)
·         Kafalah (jaminan)
·         Qard (pinjaman)
·         Rahn (gadai)
·         Hiwalah (alih piuntang)
·         Sharf (jual beli valuta asing)
B.     Sistem Profit Loss Sharing
1.      Al-Musyarakah
Al-musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan konstribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.
Pada aplikasi dalam perbankan, musyarakah ini diaplikasikan sebagai berikut:
a.    Pembiayaan proyek
Yaitu dimana nasabah dan bank sama-sama menyediakn dana untuk membiayai proyek tersebut. Setelah proyek itu selesai, nasabah mengembalikan dana tersebut bersama bagi hsil yang telah disepakati untuk bank.
b.   Modal Ventura
Pada lembaga keuangan khusus yang dibolehkan melakukan investasi dalam kepemilikan perusahaan, al-musyarakah diterapkan dalam skema modal ventura. Penanaman modal dilakukan untuk jangka waktu tertentu dan setelah itu bank melakukan divestasi atau menjual bagian sahamnya, baik secara singkat maupun bertahap.
2.      Mudharabah
Yaitu akad perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk melakukan kerja sam usaha. Satu pihak akan menempatkan modal sebesar 100% yang disebut dengan shahibul maal,dan pihak lainnya sebagai pengelola usaha disebut dengan mudharib. Prinsip mudharabah ini terbagi atas tiga yaitu mudharabah muthlaqah, mudharabah muqayyadah dan mudharabah muqayyad off balance sheet.
Mudharabah biasanya diterapkan pada produk-produk pembiayaan dan pendanaan. Pada sisi penghimpunan dana, mudharabah diterapkan pada:
·         Tebungan berjangka, yaitu tabungan yang dimaksudkan untuk tujuan khusus, seperti tabungan haji, tabungan qurban, dan sebagainya.
·         Deposito special, dimana dana yang dititipkan nasabah khusus untuk bisnis tertentu,mislanya murabahah atau ijarah saja.
·         Pembiayaan modal kerja, seperti modal kerja perdagangan dan jasa.
·         Investasi khusus, disebut juga mudharabah muqayyadhah, dimana sumber dana khusus dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh shahibul maal.
3.      Al-Muzara’ah
Yaitu kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dan penggarap, dimana pemilik lahan memberikan lahan pertanian kepada si penggarap untuk ditanami dan dipelihara dengan imbalan bagian tertentu dari hasil panen.