Responsive Ads Here

Tuesday, November 10, 2015

Makalah Pengertian Blibiografi - Belajar Bahasa Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Bahasa indonesia merupakan salah satu bahasa yang mempunyai struktur yang baik, hal tersebut dapat terlihat dari unsur-unsur yang sangat terkait satu sama lain. Unsur-unsur yang terkait ini tersebut memegang peran penting dalam menjaga keutuhan bahasa indonesia itu sendiri. Dalam perkembangannya bahasa indonesia saat ini telah mengalami beberapa perubahan, seperti dalam penggunaan ejaan, tata bahasa, penambahan kata-kata baru, dan sebagainya. Dalam hal ini kami mencoba membahasas tentang blibiografi atau daftar pustaka.
Seorang penulis terkadang tidak bisa secara mandiri untuk menyatakan  pendapat atau pemikirannya, sehingga membutuhkan dukungan dari pendapat atau  pemikiran, bahkan bukti dari sumber-sumber tertentu. Seorang penulis juga dapat memanfaatkan pendapat orang lain untuk menyanggah atau menolak pendapat tertentu, sehingga pembaca tulisannya dapat yakin dengan apa yang dikemukakannya, tanpa melibatkan unsur perasaan atau emosi. Penulis dapat juga tidak sependapat dengan apa yang dikutipnya. Setiap akhir karya ilmiah terdapat daftar pustaka.
Penulisan daftar pustaka juga berfungsi untuk memberikan penghormatan terhadap pengarang, karena kita mengambil kutipan-kutipan dari buku karangannya dangan karangannya turut menyumbang peranan dalam karya tulis yang kita tulis. Melalui daftar kepustakaan yang disertakan pada akhir tulisan itu. para sarjana atau cendekiawan dapat melihat kembali kepada sumber aslinya. Mereka dapat menetapkan apakah sumber itu sesungguhnya mempunyai pertalian dengan isi pembahasan itu, dan apakah bahan itu dikutip dengan benar atau tidak. Dan sekaligus dengan cara itu pembaca dapat memperluas pula  pengetahuannya dengan bermacam-macam referensi itu.
Fungsi dari daftar pustaka juga untuk memberikan arahan bagi  para pembaca buku atau karya tulis yang ingin meneruskan kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap karya tulis yang bersangkutan. Dan fungsi lain dari daftar  pustaka yang tak kalah penting adalah menjaga profesionalitas kita (jika kita sebagai seorang penulis karya tulis) terhadap tulisan yang kita buat.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian blibigrafi?
2.      Apa fungsi penulisan blibiografi?
3.      Apa unsur-unsur blibiografi?
4.      Bagaimana aturan dalam penulisan blibiografi?
5.      Bagaimana penulisan blibiografi?

C.    Tujuan Makalah
1.      Mengetahui pengertian blibiografi.
2.      Mengetahui fungsi penulisan blibiografi.
3.      Mengetahui unsur-unsur blibiografi.
4.      Mengetahui aturan dalam penulisan blibiografi.
5.      Mengetahui penulisan blibiografi.





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Blibiografi
Daftar pustaka adalah daftar segala sumber karangan yang telah digunakan didalam karangan ilmiah.[1] Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainya. Yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karya tulis atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Menurut Gorys Keraf yang dimaksud dengan daftar pustaka atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang sedang dikerjakan.
Azwardi memberikan pengertian blibiografi adalah daftar buku, majalah, surat kabar, artikel dalam kumpulan karangan, webside, dan sebagainya yang digunakan sebagai acuan atau referensi dalam penyusunan karya ilmiah. Daftar pustaka merupakan persyaratan suatu karya ilmiah. Disamping itu, penyusunan daftar pustaka sebagai daftar acuan bertujuan untuk memudahkan pembaca yang ingin menemukan sumber acuan yang digunakan.[2]

B.     Fungsi Blibiografi
Di pihak lain Daftar Pustaka dapat pula dilihat dan segi lain. yaitu ía berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Karena bila seorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang referensi yang terdapat pada catatan kaki. maka ia dapat mencarinya dalam Daftar Pustaka. Dalam Daftar Pustaka dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.
Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dantepatOleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografiadalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai.
Diantara fungsi-fungsi blibiografi atau daftar pustaka adalah sebagai berikut:

1.      Untuk memberikan informasi, bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasil peikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain.
2.      Untuk memberikan informasi selengkapnya tentang sumber kutipan sehingga dapat dicek jika perlu.
3.      Apabila pembaca mau lebih mendalami pernyataan yang dikutip, dapat membaca sendiri buku/majalah yang menjadi sumber kutipan untuk penelusuran keperpustakaan.[3]

C.    Unsur-Unsur Dalam Blibiografi
Unsur-unsur daftar pustaka ada yang mengatkan empat dan ada juga yang mengatakan ada tiga unsur. Berikut ini penjelasan satu persatu:
Pendapat ini mengatakan Dalam daftar pustaka terdapat empat unsur-unsur penting yang harus dituliskan, yaitu diantaranya : 
1.       Nama pengarang. Penulisan nama pengarang pada daftar pustaka harus dikutip secara lengkap tanpa menyertakan gelar akademik dari pengarang.
2.      Judul buku, termasuk judul tambahannya Penulisan judul buku dalam daftar pustaka hendak nya tidak boleh di singkat.
3.      Data publikasi, meliputi : tahun penerbitan, kota penerbitan, nama penerbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
4.      Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.
Pendapat ini mengatakan penulisan aftar pustaka yang lengkap mengandung tiga unsur utama yaitu: penilis, judul, fakta-fakta penerbitan.
1.      Penulis
Penulis mencakup penulis pendamping, editor, badan/lembaga resmi.
Namapenulisterdiriatas 3 bagian, yaitu:
-namasendiri (given name).
-Namatengah (middle name).
-namakeluarga (surname).
Cara penulisannya dalam daftar pustaka adalah dengan menyebutkan nama keluarga terlebih dahulu.
Contoh:           Lester W. Burket
                                                Penulisannyadalamdaftarpustaka: Burket L. W.
Nama penulis dituliskan tanpa gelar kesarjanaan ataupun gelar administrative. Untuk nama penulis Indonesia agak sulit, tetapi biasanya dimulai dengan nama akhir.
Contoh            :           Teuku Jacob ditulis Jacob T.
                                                Anwar SiregarditulisSiregar A.
                                    KamaruddinPanggabeanditulisPanggabean K.
Penulis wanita yang telah menikah:
Wanita Indonesia biasanya memakai nama suaminya dibelakang namanya.
Contoh            :           ToetiHeratiNoerhadiditulisNoerhadi TH.
                                                Sri subektiWinantoditulisWinanto S.S
2.      Judul
Mencakup judul beserta anak judul jika ada.

3.      Fakta-fakta penerbitan
Fakta-fakta penerbitan mencakup: tempat (kota) dimana buku terebut diterbitkan, nama penerbit, tahun penerbit.
Tempat penerbitan (kota) ditulis hanya satu kota tempat buku tersebut diberikan.
Nama penerbit dituliskan tepat menurut gaya yang dipakai penerbit.
Contoh:           WB. Saunders Co.
                                                JB.Lippincott Co[4]

D.    Aturan Dalam Penulisan Blibiografi
Bahan pustaka adalah semua rujukan yang dipakai sebagai bahan informasi sewaktu penyusunan laporan, baik yang sudah diterbitkan maupun tidak. Hal-hal yang perlu dicantumkan dalam daftar pustaka adalah pengarang, tahun terbit, dan penerbit. Yang penting penulis harus mengikuti selingkug (gaya yang berlaku dalam lingkungan) penerbit tertentu. Nama penulis dieja sesuai dengan nama yang tertulis dalam buku rujukan atau artikel aslinya.[5]
Penyusunan dan cara penulisan daftar pustaka bergantung pada cara penunjuknya didalam naskah.
Ada tiga cara penulisan:
1.        Cara Nama dan Tahun (name and Years System)
Dikenal 2 sistemyaitu system Vancouver dan system Harvard. Dasar perpustakaan disusun secara abjad berdasarkan nama akhir penulis. Penunjukannya dalam naskah dengan mencantumkan tahun penerbitan diantara tanda kurung mengikuti nama penulis, atau dengan mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitan diantara tanda kurung pada akhir kalimat.
Contoh:           Pauling (1979) melaporkanmanfaatvit.Cdosistinggi
                                         Atau
Vitamin C dosis tinggi dilaporkan bermanfaat menghambat pertumbuhan sel tumor (pauling, 1979)
Apabila ada 2 penulis, keduanya harus dicantumkan dalam naskah.
Contoh:           Wood (1986), melaporkan ………….., seharusnya Wood dan Goaz  (1986) melaporkan …………..
(2 penulis).
Apabila ada 2 penulis, keduanya harus dicamtumkan dalam naskah.
Contoh:           Wood (1986), melaporkan………, seharusnya wood dan Goaz (1986) melapaorkan……….., (2 penulis).
Apabilaada 3 penulis atau lebih, maka dalam naskah dapat ditulis penulis pertama ddk  (dan kawan-kawan)
Contoh:           Menurutsonis, faziodan fang (1991) ……… (3 penulis)
Dapat ditulis menurut sonisddk, 1995 …………….
Pada cara ini tidak diberikan nomor pada daftar kepustakaan.

2.        Cara (system) kombinasi abjad dan nomor
(Alphabet-nuber system, number system with references Alphabetized) Pada cara ini kutipan kepustakaan dalam naskah diberi nomor sesuai dengan nomor pada daftar kepustakaan sesuai dengan abjad.

3.        System nomor (citation number system)
Disini setiap kutipan dalam naskah diberi nomor secara berururutan dan sesuai daftar kepustakaan juga mengikuti urutan seperti tercamtum dalam naskah dan tidak secara abjad. Nama semua penulis ditulis untuk jumlah penulis sampai dengan  6; bila jumlahnya lebih dari 6 maka hanya 3 penulis pertama yang di tulis dengan kata  ddk atau et.al.

E.     Penulisan Blibiografi
Informasi dapat diambil dari berbagai sumber yang secara garis besar dapat dibagi dalam dua kelompok sebagai berikut:
a.      Kelompok buku ajar (textbook/monografi)
1.      Penulisan perorangan
a.)    Nama penulis / penulis 2 disusun baik     
b.)    Tahun terbit
c.)    Judul buku (dicetak miring atau digarisbawahi)
d.)   Edisi dan volume
e.)    Nama penerbit
f.)     Tempat terbit
g.)    Halaman yang di baca
Contoh:
Stones. H.h. 1962. Oral and Dental Diseases. Ed. Ke-4. Livingstone. Edinburgh. Hlm. 47-52
2.      Kumpulan karangan beberapa penulis dengan satu atau beberapa editan
a.)    Nama penulis
b.)    Tahun terbit
c.)    Judul karangan atau bab diikuti kata “dalam” atau “in
d.)   Judul buku (dicetak miring atau digarisbawahi)
e.)    Nama editor
f.)     Edisi
g.)    Nama penerbit
h.)    Tempat terbit
i.)      Halaman yang di baca
Contoh:
 Burket, l. W . 1997. White Lesions. Dalam. Burket’s Oral Medicine. Diagnosis and treatmen. Malcolm a lynch (editor). Ed. Ke-7 jb. Lippincott. Philadelphia. Hlm. 49-55 
3.       Buku yang dikarang oleh lembaga
a.)    Nama lembaga
b.)    Tahun terbit
c.)    Judul buku (dicetak miring atau digarisbawahi)
d.)   Edisi dan volume
e.)    Nama penerbit
f.)     Tempat terbit (cukup satu)
g.)    Halaman yang di baca
Contoh:
 US General Accounting Office. 1989. AIDS forecasting : undercount of Cases and lackof key data weaken existing estimates. US General accounting Office. Washingtone DC.
4.      Buku terjemahan
a.)    Nama penulis
b.)    Tahun terbit
c.)    Judul buku (dicetak miring atau digarisbawahi)
d.)   Penerjemah
e.)    Nama penerbit
f.)     Tempat terbit
g.)    Halaman yang di baca
Contoh:
Van Nieuw Amergon. 1988. Ludah dan kelenjar ludah. Arti bagi Kesehtan gigi. Penerjemah: Abyono R dan Suryo S. Gadjah-Mada, University press. Yogyakarta. Hal. 184
b.      Kelompok majalah (jurnal)
1.      Artikel penulis / penulis-penulis
a.)    Tahun terbitan
b.)    Judul artikel
c.)    Nama majalah. Bila di singkat pakailah singkatan resmi seperti tercantum dalam buku Index medicus / Index To Dental literature tahun terakhir. Nama majalah dicetak miring atau digaris bawahi
d.)   Volume majalah diikuti tanda
e.)    Halaman yang di baca
Contoh:
Maxymiw, W.G. dan Wood, R.S. 1989. The role of dentistry an patiens  undergoing bone marrow transplantation. British Dental Jurnal. 7:229-234
2.      Artikel yang di tulis badan atau lembaga
Cara menulisnya sama seperti di atas hanya nama penulis diganti dengan nama lembaga.
Contoh:
WHO (world Health Organization) 1978. Definition of leukoplakia and related lesions: an aid to studies on precancer. Oral surg Oral Med Oral pathol 46:517-539
3.      Kelompok makalah yang telah dipersantikan dalam seminar / sinposia/kongres. Tetapi tidak dipublikasikan.
a.)    Nama penulis
b.)    Tahun penyajian
c.)    Judul makalah
d.)   Nama forum penyajian dicetak miring atau digarisbawahi
e.)    Kota
f.)     Bulan dan tanggal penyajian
Contoh:
Smith, J. 1975. New agents for cancer themotrapy. 3 rd. Annual meeting of the American cancer society. New York. June 3-4
4.      Kelompok disertasi/tesis
a.)    Nama penulis
b.)    Tahun penerbitan
c.)    Judul disertasi/tesis dicetak miring/digarisbawahi
d.)   Tempat terbit
e.)    Universitas
f.)     Disertasi/tesis
Contoh:
Kingford-smith. Ed. 1988. Marginal seal of cervical restorations Sydney: university of Sydney. Tesis
5.      Kelompok surat kabar
a.)    Nama penulis
b.)    Tahun terbitan
c.)    Judul karangan
d.)   Kata “dalam” diikuti nama surat kabar dicetak miring atau digarisbawahi
e.)    Hari diikuti tanda koma
f.)     Tanggal
g.)    Bulan
h.)    Halaman
i.)      Kolom
Contoh:
Desos, N. 1990. Sportivitas dalam Olah-Raga. Dalam kompas. Jumat, 28 November.hal. IV. Kolom 3-4
6.      Kelompok makalah atau dari internet
a.)    Ada nama penulis
Contoh:
Haugen L.K. 1996. Vescio-bullos Lesions of the Oral Mucosa.
http://www.odon.nio.no/html.medisin .mucosa .html
b.)    Tak ada nama
Contoh:
National cancer institute. Oral Complication secondary to cancer therapy
http://www.mcg.ac.uk/cancernet/30.2904 .html[6]















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Blibiografi adalah daftar buku, majalah, surat kabar, artikel dalam kumpulan karangan, webside, dan sebagainya yang digunakan sebagai acuan atau referensi dalam penyusunan karya ilmiah.
2.      Fungsi blibiografi:
a.       Untuk memberikan informasi, bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasil peikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain.
b.      Untuk memberikan informasi selengkapnya tentang sumber kutipan sehingga dapat dicek jika perlu.
c.       Apabila pembaca mau lebih mendalami pernyataan yang dikutip, dapat membaca sendiri buku/majalah yang menjadi sumber kutipan untuk penelusuran keperpustakaan
3.      Unsur-unsur dalam blibiografi
a.       Penulis
b.      Judul
c.       Fakta-fakta penerbitan
4.      Bahan pustaka adalah semua rujukan yang dipakai sebagai bahan informasi sewaktu penyusunan laporan, baik yang sudah diterbitkan maupun tidak. Hal-hal yang perlu dicantumkan dalam daftar pustaka adalah pengarang, tahun terbit, dan penerbit. Yang penting penulis harus mengikuti selingkug (gaya yang berlaku dalam lingkungan) penerbit tertentu. Nama penulis dieja sesuai dengan nama yang tertulis dalam buku rujukan atau artikel aslinya.


B.     Saran-Saran
1.      Makalah Ulumul Hadist ini diharapkan menjadi masukan dan bahan tambahan dalam memahami perkara-perkara Ulumul Hadist.  Penulis juga mengharapkan makalah ini dapat dikembangkan oleh para pembaca.
























DAFTAR PUSTAKA
Azwardi, Metode Ilmiah, Banda Aceh: tp, 2008.
Haryanto dkk, Metode Penulisan dan Penyajiah Karya Ilmiah, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran, 2000.



[1]  Haryanto, dkk, Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah, (Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2000), hal. 69.
[2]  Azwardi, Menulis Ilmiah, (Banda Aceh: tp, 2008), hal. 123.
[3]  Haryanto, dkk, Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah … hal. 70.
[4]  Haryanto, dkk,  Metode Penulisan dan Penyajian karya Ilmiah… hal. 71-72.
[5]  Azwardi Menulis Ilmiah…. hal. 123.
[6]  Suryanto, Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah…. hal. 73-74.